Press Release Bimbingan Teknis Pengembangan Daerah Rawan Pangan

IMG-20160803-WA0037

Direktorat Rawan Pangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) bekerja sama dengan Pusat Kajian Pembangunan Peternakan (Puskapena) UGM menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Pengelolaan Kegiatan Fasilitasi Penanganan Daerah Rawan Pangan. Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) digelar di Yogyakarta pada 31 Juli – 2 Agustus 2016. Peserta Bimtek merupakan perwakilan SKPD daerah-daerah yang termasuk dalam list 52 daerah rawan pangan prioritas 1-3, diantaranya dari Kabupaten Sambas, Kepulauan Mentawai, dan lain-lain. Sebelum dilakukan pembukaan kegiatan Bimtek, pada hari Minggu peserta diberikan pengarahan oleh Drs. Supriadi, M.Si. mengenai acara yang dilangsungkan selama 3 hari tersebut.

WhatsApp Image 2016-08-03 at 10.51.11

Kegiatan Bimtek resmi dibuka pada Senin pagi (1/8) oleh Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP. selaku Dirjen Pembangunan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT. Dalam sesinya, Suprayoga berharap bahwa kegiatan Bimtek dapat meningkatkan pemahaman terkait Pengembangan Daerah Tangguh Pangan (PDTP), meningkatkan kemampuan teknis implementatif PDTP dalam optimalisasi pengelolaan potensi sumberdaya pangan, meningkatkan keterampilan pemanfaatan dan pemeliharaan Sarpras mendukung PDTP yang dikelola masyarakat (Sumur bor, embung, gudang persediaan pangan, serta energi baru terbarukan/alternatif), serta pertukaran informasi antar daerah tentang permasalahan kerawanan pangan dan alternatif solusi penanganannya.

Kegiatan Bimtek diisi dengan penyampaian materi-materi yang berkaitan dengan persiapan SKPD dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan penanganan daerah rawan pangan. Beberapa pakar dihadirkan untuk memberikan materi kepada peserta Bimtek, antara lain yakni materi “Pengenalan Masalah, Tantangan, Potensi dan Pengembangan Sumber Daya Pangan Pokok dan Pangan lainnya” oleh Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D. dari Puskapena UGM, “Energi Terbarukan untuk Daerah Tangguh Pangan” oleh Rachmawan Budiarto S.T., M.T. dari Teknik Fisika & Nuklir UGM, materi mengenai mekanisme pergudangan penyimpanan oleh Dr. Sri Rahayoe, STP., MP. dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si mengenai teknis pelaporan, percepatan penyerapan dan penyusunan dokumen paket kegiatan lelang dan swakelola.

Selain itu materi juga disampaikan oleh  Dr. Agung Setianto, S.T., M.Si. dari Jurusan Teknik Geologi UGM , mengenai Air Tanah serta Sumur Bor & Embung. Air menjadi salah satu permasalahan besar bagi beberapa daerah dengan letak geografis yang unik. Beberapa daerah rawan pangan di Indonesia mengalami krisis air sehingga sektor pertanian dan peternakan tidak bisa dimaksimalkan. Sebagai percontohan, wilayah Gunung Kidul di Yogyakarta juga memiliki masalah serupa. Namun Pemda setempat bekerja sama dengan berbagai pihak memberikan solusi permasalahan air dengan membuat embung di beberapa lokasi, salah satunya di Nglanggeran. Dengan demikian kebutuhan air untuk irigasi pertanian warga dapat tercukupi sepanjang tahun.

Selain mendapatkan materi mengenai peningkatan kualitas perencanaan dan pengelolaan daerah rawan pangan dari para pakar, di hari ke tiga (2/8) peserta secara langsung diajak turun ke lapangan untuk melihat Embung Nglanggeran serta Sumur Bor Bribin II di wilayah Gunung Kidul. Para peserta tampak sangat antusias karena mendapat pengalaman secara langsung menyaksikan embung di wilayah Gunung Api Purba Nglanggeran, dan turun ke bawah tanah sedalam 104 meter untuk melihat langsung bendungan sungai bawah tanah di Bribin II. Untuk turun ke bawah, peserta menaiki lift yang berkapasitas 8 orang dan harus menggunakan helm untuk menjaga keselamatan. Malam harinya Bimtek diisi dengan diskusi dari tim Agro, serta pemaparan mengenai Taman Teknologi Pertanian Embung Nglanggeran oleh Dr. Sugeng dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta.

IMG-20160803-WA0044

WhatsApp Image 2016-08-03 at 10.51.44 (1)

Menutup kegiatan Bimtek di Yogyakarta, Drs. Supriadi, M.Si. kembali menegaskan bahwa kedaulatan pangan merupakan prioritas nasional dan memungkinkan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga. Bimtek merupakan lanjutan dari proses pemetaan di tiap-tiap daerah, dan perlu ditindaklanjuti dengan adanya PDTP 2017-2019. Keberlajutan dan keberhasilan tergantung pada komitmen dan konsistensi Pemda terkait kesiapan Hasil Pemetaan, Dokumen Perencanaan yang Komprehensif, Sinergis dan Terintegrasi dalam lokasi PDRP.